Membangun Perkebunan Sawit

KUNJUNGI WEBSITE  WEBSITE  WEBSITE  WEBSITE 
Kunjungi ya Website Kam
 
 
English Version
http://palmoil-plantation-consultant.webs.com/
Bahasa Version
http://globalmapindo.webs.com/
Kritik dan saran via email
eddie_purwanto@yahoo.com

LAND CLEARING

 

I.  Sistem Pembukaan Lahan

    1 Manual

  • terutama tenaga manusia, alat-alat sederhana, pemakaian   tenaga sangat banyak

    2 Mekanis

  • Menggunakan alat-alat pertanian seperti traktor, buldozer. Cara ini digunakan pada areal yang rata (kemiringan 0-8%). Pekerjaan dapat dilakukan lebih cepat. Satuan penggunaan alat berat dalam JKT (jam kerja traktor)

   3  Chemis

  • Peracunan pohon atau penyemprotan dengan bahan kimia tertentu (untuk lalang). Pada daerah curah hujan tinggi kurang efektif. Dibutuhkan air untuk pelarut herbisida.

Pilihan : tergantung pada keadaan lapangan, ketersediaan tenaga kerja, dana, alat-alat serta jadwal waktu penanaman yang ditargetkan. Dalam pelaksanaannya dapat menggunakan cara kombinasi.

Larangan : Peraturan Pemerintah No. 28 tahun 1995 tidak membenarkan melakukan pembakaran untuk tujuan pembukaan lahan

2. Tahap Pekerjaan

    a. Membabat / Imas

  • Memotong anak kayu yang berdiameter < 10 cm
  • Menggunakan parang dan kampak
  • Pemotongan anak kayu harus putus dan diusahakan serendah mungkin atau dekat dengan tanah
  • Tujuan untuk memudahkan penumbangan pohon dan pelaksanaan perun mekanis Areal semak belukar tidak perlu diimas, langsung dilakukan perun mekanis

    b. Menumbang

  • Menumbang pohon yang berdiameter > 10 cm secara teratur
  • Tinggi penebangan/sisa tunggul dari permukaan tanah :
 

Diameter

Ditebang dari permukaan tanah maks.

> 10 – 15 cm

15 cm (serapat mungkin dengan tanah)

16 – 30 cm

25 cm

31 – 75 cm

50 cm

76 – 150 cm

100 cm

> 150 cm

Ditebang pada batas antara akar penguat dengan batang utama

 

Ketentuan lain yang perlu diperhatikan dalam penumbangan :

  • Hasil tumbangan tidak dibenarkan melintang di atas alur air dan jalan
  • Harus dilakukan secara tuntas sehingga tidak ada pohon yang setengah tumbang maupun pohon yang ditumbuhi oleh tanaman menjalar
  • Pohon yang masih tegak tetapi sudah mati tidak perlu ditumbang sampai pada waktu dilakukan perumpukan (perun mekanis)
  • Penumbangan di lahan gambut dilakukan setelah minimum 6 bulan selesai pembuatan outlet dan main drain serta telah terjadi penurunan permukaan tanah. 

    c. Merencek

  • Memotong batang, cabang dan ranting
  • Pedoman panjang potongan kayu :

Diameter (cm)

Panjang Potongan (m)

10 - 30

1,5 – 3

30 - 75

2 – 4

> 75

4 - 5

    d. Merumpuk

  • Mengumpulkan batang dan cabang-cabang yang telah dipotong menjadi barisan yang teratur
  • Potongan cabang-cabang disusun di atas potongan batang yang besar
  • Jarak antar rumpukan 50 – 100 m.
          Mekanismenya
  • Pancang jalur rumpukan dipasang di jalur rencana rumpukan batang dan berada di gawangan mati
  • Tinggi pancang 4 m dan harus dipasang bendera putih supaya mudah dilihat oleh operator alat berat. Setiap jarak ± 50 m diberikan pancang pembantu sehingga terdapat 6 – 8 pancang pembantu dalam jaluran
  • Pada jarak 150 m (inti) atau 200 (plasma/KKPA) dibuat tanda tidak boleh dirumpuk karena akan digunakan sebagai jalan kontrol dengan lebar ± 4 m.
  • Posisi alat berat berada di gawangan hidup, kegiatan pengumpulan atau perumpukan kayu diatur dalam gawangan mati sejauh ± 2,5 m dari radius pohon sawit dan harus diletakkan rata di permukaan tanah
  • Top soil diusahakan seminimal mungkin terkikis oleh pisau buldozer, posisi pisau diatur ± 10 cm di atas permukaan tanah dan/atau pisau dipasang gigi.

    e. Membersihkan areal

  • Membersihkan sisa-sisa potongan untuk dikumpulkan di  jalur rumpukan secara sistem mekanis, Perun dengan menggunakan buldozer dan/atau excavator merupakan kegiatan merumpuk kayu hasil imasan dan tumbangan pada gawangan mati sejajar baris tanaman dengan arah Timur – Barat

    f.  Perun mekanis

  • Perun dengan menggunakan buldozer dan/atau excavator merupakan kegiatan merumpuk kayu hasil imasan dan tumbangan pada gawangan mati sejajar baris tanaman dengan arah Timur – Barat
  • Jenis alat berat untuk perun mekanis :

Jenis Alat

Vegetasi

Topografi

Posisi Rumpuk

Kerapatan kayu

Buldozer

Hutan sekunder, semak belukar

Gelombang, darat, datar

4 : 1

Sedang – rendah

Buldozer

Hutan primer

Datar, gelombang

2 : 1

Tinggi – sedang

Buldozer & Excavator

Hutan primer, sekunder, semak belukar

Bukit, gelombang

Antar teras

Tinggi – rendah

Excavator

Hutan primer, sekunder, semak belukar

Rendahan, gambut

2 : 1

Tinggi - rendah

 

       Pancang jalur rumpukan

  • Pancang jalur rumpukan dipasang di jalur rencana rumpukan batang dan berada di gawangan mati
  • Tinggi pancang 4 m dan harus dipasang bendera putih supaya mudah dilihat oleh operator alat berat. Setiap jarak ± 50 m diberikan pancang pembantu sehingga terdapat 6 – 8 pancang pembantu dalam jaluran
  • Pada jarak 150 m (inti) atau 200 (plasma/KKPA) dibuat tanda tidak boleh dirumpuk karena akan digunakan sebagai jalan kontrol dengan lebar ± 4 m.

      Pelaksanaan perun mekanis

  • Posisi alat berat berada di gawangan hidup, kegiatan pengumpulan atau perumpukan kayu diatur dalam gawangan mati sejauh ± 2,5 m dari radius pohon sawit dan harus diletakkan rata di permukaan tanah
  • Top soil diusahakan seminimal mungkin terkikis oleh pisau buldozer, posisi pisau diatur ± 10 cm di atas permukaan tanah dan/atau pisau dipasang gigi.

    g. Cincang Jalur

          Kegiatan yang dilakukan pada areal datar

  • Membebaskan jalur tanam dan titik tanam dari kayu dengan memotong kayu yang masih melintang pada jalur tanam dan disusun di jalur rumpukan
  • Membuat jalur rintis tengah untuk jalan kontrol selebar 4 m arah utara selatan harus bebas dari kayu
  • Menentukan jumlah rumpukan jalur ditetapkan :
  • Pada areal dengan vegetasi padat penentuan ratio rumpukan 1:2
  • Pada areal dengan vegetasi sedang sampai ringan ratio rumpukan 1:4
  • Lebar rumpukan ± 3 m dengan ketinggian maksimal 2 m

      Kegiatan yang dilakukan pada areal berbukit

  • Penempatan rumpukan dilakukan mengikuti areal kontur dan kayu-kayu yang melintang pada jalur kontur tanaman harus dipotong dan disusun di jalur rumpukan
  • Untuk areal rendahan, penentuan rumpukan diserahkan kepada kebijakan manajemen 

3.  Perhitungan Waktu

      Waktu untuk pembukaan lahan 3.000 – 5.000 ha :

  • Survey/mengukur areal                        : ± 1 bulan
  • Babat/imas                                         : 2 – 3 bulan
  • Menumbang                                        : 2 – 3 bulan
  • Merencek dan merumpuk                    : 1 – 2 bulan
  • Membersihkan areal                            : 2 – 3 bulan
  • Pemberantasan lalang                         : 2 – 3 bulan
  • Jalan + saluran air                               : 2 – 3 bulan
  • Penanaman kacangan                         : 1 – 2 bulan
  • Memancang                                        : 2 bulan
  • Teras, benteng                                    : 2 – 3 bulan
  • Melubang                                            : ± 2 bulan
  • Menanam                                           : ± 2 bulan 

Perencanaan dibuat dalam suatu barchart. Pembukaan lahan dilakukan saat musim kering dan penanaman kelapa sawit jatuh pada bulan basah/musim hujan. Perlu diingat bahwa tidak harus selalu menunggu suatu pekerjaan selesai dulu/dapat saling tumpang tindih.

4.  Perhitungan Kebutuhan Traktor

      Kapasitas traktor dengan beberapa implement

Jenis Pekerjaan

Implement

Lebar Potongan (m)

Kecepatan (km/jam)

Efisiensi (%)

Kapasitas (ha)

JKT/ha

Membabat

JD 307

1,8

4,0

70

0,50

2,00

Membajak I

JD SA 234, 4 Plow 28 inch

1,0

5,0

70

0,35

2,86

Membajak II

JD SA 234, 4 Plow 28 inch

1,0

5,0

80

0,40

2,50

Menggaru I

JD Integral disc harrow 9,5 inch

2,8

5,0

80

1,12

2,89

Menggaru II

JD Integral disc harrow 9,5 inch

2,8

5,0

80

1,12

0,8

Sumber data : Lembaga Pendidikan Perkebunan : Kelapa sawit (2004)

Kebutuhan traktor berdasarkan kapasitas tersebut diatas perlu dihitung sesuai dengan luas areal yang akan dibuka dan jumlah waktu yang tersedia

5. Pedoman Pelaksanaan

    Hutan Primer

  • Cara yang digunakan : Manual atau mekanis
  • Kebutuhan alat dan tenaga untuk pembukaan hutan primer :

Uraian

Manual

Mekanis

Alat

Keb. HK (HK/ha)

Alat

Keb. HK / JKT

Babat/Imas

Parang panjang

20-25

Parang

20-25 HK

Menumbang

Gergaji rantai, kampak

30-60

Buldozer

10-14 JKT

Merencek

Parang + kampak, gergaji

40-50

Gergaji rantai

40-50

Merumpuk

-

10-15

Buldozer

7-9 JKT

Membersihkan jalur

Cangkul

20

Buldozer

8 JKT

Jumlah

 

120-160 HK

(60-75 HK) + (25-32 JKT)

  • HK                       : Hari Kerja
  • JKT                      : Jam Kerja Traktor

Sumber data : Lembaga Pendidikan Perkebunan : Kelapa sawit (2004)

   Hutan Sekunder

  • Cara yang digunakan : manual atau mekanis
  • Kebutuhan alat dan tenaga untuk pembukaan hutan sekunder :

Uraian

Manual

Mekanis

Alat

Keb. HK (HK/ha)

Alat

Keb. HK / JKT

Babat/Imas

Parang

15-20

Parang

15-20 HK

Menumbang

Gergaji rantai

25-35

Buldozer

8-12 JKT

Merencek

Parang + gergaji

20-30

Gergaji rantai

20-30

Merumpuk

-

10-12

Buldozer

4-6 JKT

Membersihkan areal

Cangkul

15-20

Buldozer

6 JKT

Jumlah

 

85 - 117 HK

(35-55 HK) + (18-24 JKT)

Sumber data : Lembaga Pendidikan Perkebunan : Kelapa sawit (2004)

       Semak Belukar

  • Cara yang digunakan : manual atau mekanis
  • Kebutuhan alat dan tenaga untuk pembukaan semak belukar :

Uraian

Manual

Mekanis

Alat

Keb. HK (HK/ha)

Alat

Keb. HK / JKT

Babat/Imas

Parang

20-25

Parang

15-20 HK

Merencek

Parang + gergaji

15-20

Parang

15-20 HK

Merumpuk

-

10-15

 

 

Membersihkan jalur/areal

Cangkul

20

Buldozer

4-6 JKT

Jumlah

 

65-80 HK

(30-40 HK) + (4-6 JKT)

Sumber data : Lembaga Pendidikan Perkebunan : Kelapa sawit (2004)
 
 
Sistem Land Clearin dengan Membakar sekarang dilarang
 
 
Standadard Biaya LC dan Pembangunan Jalan dapat di download di :